Senin, 31 Oktober 2011

TUGAS TULISAN ILMIAH


A.   Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan fungsinya
Janganlah sekali-kali disangka bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyai
bahasa Indonesia ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng di tengah jalan.
Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang. (Untuk
meyakinkan pernyataan ini, silahkan dipahami sekali lagi Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia.). Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara, dengan bukti-bukti prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang Brahi serta batu nisan di Aceh, sampai dengan tercetusnya inpirasi persatuan pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang konsepa aslinya berbunyi:
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe, Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia
.
Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian pengamat adalah butir ketiga. Butir ketiga itulah yang dianggap sesuati yang luar biasa. Dikatakan demikian, sebab  negara-negara lain, khususnya negara tetangga kita, mencoba untuk membuat hal yang sama selalu mengalami kegagalan yang dibarengi dengan bentrokan sana-sini. Oleh pemuda kita, kejadian itu dilakukan tanpa hambatan sedikit pun, sebab semuanya telah mempunyai kebulatan tekad yang sama. Kita patut bersyukur dan angkat topi kepada mereka.
Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi sudah berabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di balik itu, mereka telah menyadari bahwa bahasa daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat perhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi juga mempunyai bahasa daerah tersendiri. Adanya bahasa Melayu yang dipakai sebagai lingua franca ini pun tidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacam itulah, khusunya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti di atas.
Perbedaan ujud, baik struktur, sistem,maupun kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama. Yang berbeda adalah semangat dan jiwa barunya. Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa bahasa Melayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa Melayu. Akan tetapi, setelah Sumpah Pemuda semangat dan jiwa bahsa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwa Indonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru diganti dengan nama bahasa Indonesia.
“Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai  :
(1) lambang kebanggaan nasional
(2) lambang identitas nasional
(3) alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya
(4) alat perhubungan antarbudaya antardaerah.
Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia ‘memancarkan’ nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya kita harus menjunjungnya  dan kita harus mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bngga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Ini beratri, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.
Dengan fungsi yang ketiga memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Apalagi dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
Dengan fungsi keempat, bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesialah yang dapat menanggulangi semuanya itu. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan (disingkat:ipo le k so sbudhank am) mudah diinformasikan kepada warganya. Akhirnya, apabila arus informasi antarkita meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan kita. Apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.


B. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi  dan Fungsinya

Sebagaimana kedudukannya sebagai bhasa nasional, bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi pun mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Hal ini terbukti pada uraian berikut.
Secara resmi adanya bahasa Indonesia dimulai sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Ini tidak berarti sebelumnya tidak ada. Ia merupakan sambungan yang tidak langsung dari bahasa Melayu. Dikatakan demikian, sebab pada waktu itu bahasa Melayu masih juga digunakan dalam lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahan Hindia Belanda, sedangkan bahasa Indonesia digunakan di luar situasi pemerintahan tersebut oleh pemerintah yang mendambakan persatuan Indonesia dan yang menginginkan kemerdekaan Indonesia. Demikianlah, pada saat itu terjadi dualism pemakaian bahasa yang sama tubuhnya, tetapi berbeda jiwanya, jiwa kolonial dan jiwa nasional.
Secara terperinci perbedaan lapangan atau ranah pemakaian antara kedua  bahasa itu terlihat pada perbandingan berikut ini.  Bahasa Melayu,:
a. Bahasa resmi kedua di samping bahasa Belanda, terutama untuk tingkat yang dianggap rendah.
b. Bahasa yang diajarkan di sekolah - sekolah yang didirikan atau menurut sistem pemerintah Hindia Belanda.
c. Penerbitan-penerbitan yang dikelola oleh jawatan pemerintah Hindia Belanda.
Bahasa Indonesia:
a. Bahasa yang digunakan dalam gerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
b. Bahasa yang digunakan dalam,penerbitan-penerbitan yang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia baik berupa:
1) bahasa pers,
2) bahasa dalam hasil sastra.

Kondisi di atas berlangsung sampai tahun 1945.
Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Hal itu dinyatakan dalam Uud 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan bahasa sebagai bahasa negara bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah timbang akan mengakibatkan tidak stabilnya suatu negara. Sebagai contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia, Singapura, Filipina, dan India, masih tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya, walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi.
Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa sebagai bahasa negara apabila:
 (1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu
(2) secara geografis, bahasa tersebut lebih menyeluruh penyebarannya
 (3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu.

Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia, Singapura, Filipina, dan India tidak mempunyai ketiga faktor di atas, terutama faktor yang nomor (3). Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. Mereka saling menolak untuk menerima bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan. Tidak demikian halnya dengan negara Indonesia. Ketiga faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Bahkan, tidak hanya itu. Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Dengan demikian, hal yang dianggap berat bagi negara-negara lain, bagi kita tidak merupakan persoalan. Oleh sebab itu, kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar ini.
Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan  di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam  kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai:
(1)   bahasa resmi kenegaraan,

(2)   bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
(3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah
(4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu  pengetahuan serta teknologi modern.
Keempat fungsi itu harus dilaksanakan, sebab minimal empat fungsi itulah memang sebagai ciri penanda bahwa suatu bahasa dapat dikatakan berkedudukan sebagai bahasa negara.
Pemakaian pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaran ialah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai,saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
Keputusan-keputusan, dokumen-dokumen, dan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato atas nama pemerintah atau dalam rangka menuanaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia. Sehubungan dengan ini kita patut bangga terhadap presiden kita, Soeharto yang selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam situsi apa dan kapan pun selama beliau mengatasnamakan kepala negara atau pemerintah. Bagaimana dengan kita?
Sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai sebagai bhasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Hanya saja untuk kepraktisan, beberapa lembaga pendidikan rendah yang anak didiknya hanya menguasai bahasa ibunya (bahasa daerah) menggunakan bahasa pengantar bahasa daerah anak didik yang bersangkutan. Hal ini dilakukan sampai kelas tiga Sekolah Dasar.
Sebagai konsekuensi pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan tersebut, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Apabila hal ini dilakukan, sangatlah membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek). Mungkin pada saat mendatang bahasa Indonesia berkembang sebagai bahasa iptek yang sejajar dengan bahasa Inggris.

Sabtu, 08 Oktober 2011

PAPER SOFTSKILL KOMP TABLET


PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Kemajuan teknologi komunikasi informasi tampaknya tidak lagi mengenal batas-batas dimensi ruang dan waktu. Cara kita berkomunikasi, cara kita bekerja, dan cara kita menjalankan hidup ini menjadi sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi komunikasi informasi yang tidak henti-hentinya menampilkan berbagai kemajuan yang tidak ada habis-habisnya.
Tablet PC adalah salah satu alat kemajuan teknologi, tablet pc itu sendiri adalah laptop atau komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.
Istilah ini dipopulerkan oleh Microsoft pada tahun 2001, tetapi PC tablet sekarang mengacu pada setiap komputer pribadi yang berukuran tablet, pun jika tidak menggunakan Windows melainkan sistem operasi PC yang lain. Tablet dapat menggunakan papan ketik virtual dan pengenalan tulisan tangan untuk input teks melalui layar sentuh.
Pada paper saya saat ini akan membahas sebuah pc tablet besutan RIM yang bernama Playbook Blackberry, disini akan dijelaskan secara singkat spesifikasi pc tablet tersebut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu Playbook Blackberry?
2.Apa kelebihan Playbook Blackberry?
3.Apa keuntungan Playbook Blackberry?
4.Bagaimana spesifikasi Playbook Blackberry?
1.3 TUJUAN
Agar pembaca bisa mengetahui perkembangan teknologi saat ini yaitu tentang PC tablet Playbook Blackberry.




TABLET  PLAYBOOK  BLACKBERRY

Setelah sekian lama diperbincangkan, Blackberry Playbook akhirnya resmi dirilis, tablet andalan RIM tersebut resmi beredar pertama kali dipasaran Amerika Utara pada 19 April 2011 , jika cukup mengundang antusiasme user untuk menggunakan tablet andalan RIM tersebut , pihak RIM akan memasarkan untuk pasar dunia. Pihak RIM Asia Pasifik telah mengundang wartawan termasuk wartawan perwakilan dari Indonesia untuk menjajal kemampuan tablet yang memiliki layar 7 inch andalan RIM tersebut.
Bicara layar, hal pertama yang menarik perhatian adalah kualitas layarnya yang sangat prima. Layar dengan resolusi 1024 x 1060 pixel tersebut mampu menampilkan gambar yang sangat tajam, detail, dan kaya warna.
Yang perlu digaris bawahi, Playbook mendukung video HD kelas 1080p dengan berbagai format seperti AVI, MP4, FLV, termasuk video yang dikonversi ke format high profile 1080p. Betapa sangat memuaskan user menikmati film yang beresolusi sangat tinggi. Playbook juga menyediakan colokan HDMI sehingga bisa memutar video dari Playbook ke televisi.
Bentuk nya yang ringkas dan ringan. Secara dimensi, ukuran 13 x 19,4 , tebal 1 cm dan bobot 425 gram sepertinya tidak akan menjadi bagian merepotkan saat masuk ke tas kerja. Bagian belakang Playbook sendiri terbuat dari material karet sehingga lebih kokoh digenggam tanpa mudah terasa licin. Jadi  jika dibandingkan iPad atau Galaxi Tab, Playbook unggul dari sisi portability.
Kelebihan lain yang coba ditonjolkan Playbook adalah multitasking, bagaimana  Playbook bisa menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan, mulai dari browser, video, music, dan aplikasi lainnya secara bersamaan tanpa ada masalah sedikitpun. Bahkan 10 aplikasi dijalankan secara bersamaan Playbook bisa menjalankannya dengan sangat sempurna.
Menariknya, aplikasi yang berjalan dilatar belakang bisa kita lihat prosesnya saat membuka jendela multitasking. Contohnya begini. Kita sedang menjalankan sebuah video lalu terpikir untuk membuka browser. Saat browser aktif, video tersebut tetap berjalan. Lalu kita membuka jendela multi tasking, yang memperlihatkan thumbnail alias jendela kecil berisi browser dan video yang kita putar.
Dijendela multitasking tersebut, kita bisa lihat video tetap berjalan . sangat mirip seperti kita memencet Alt+Tab di Windows 7. Hal tersebut tidak bisa dilakukan Android dan iOS, jadi demonstrasi tersebut menunjukan bagaimana efektifnya Playbook menjalankan multitasking.
Keunikan lain dari Playbook adalah bezel alias area pinggiran layar memiliki peran tersendiri. Contohnya jika ingin membuka jendela multitasking, kita tinggal gerakan jari dari bezel bagian bawah keatas. Jika ingin menutup aplikasi, kita tinggal geser jendela aplikasi ke bezel bagian atas. Sedangkan bezel bagian kanan dan kiri berfungsi untuk berpinda ke aplikasi lain tanpa harus mempuka jendela multitasking. Bahkan mengaktifkan keyboard pun bisa dilakukan dengan menggerakan jari dari bezel pojok kiri ke tengah layar. Pendekatan ini  sangat efektif dan praktis meniadakan kebutuhan tombol fisik. 
Playbook sendiri memiliki toko aplikasi sendiri dan berbeda dengan App World untuk ponsel Blackberry. Aplikasi Playbook dapat dibuat dengan berbagai bahasa pemrograman , seperti C/C++ , Adobe Air, HTML5, dan Javascript. Bahkan Playbook dapat menjalankan aplikasi Android. RIM akan menyediakan semacam aplikasi virtualisasi yang akan menjalankan aplikasi Android diatas system operasi Playbook.
Tapi dari sekian banyaknya keunggulan Playbook, tidak satupun menyangkut email yang selama ini menjadi kekuatan Blackberry. Ternyata, disinilah kelemahan Playbook. Tidak adanya email, kontak, maupun kalender. Satu-satu nya mengakses data tersebut adalah dengan melakukan pairing dengan ponsel Blackberry (Blackberry Bridge). Jika sudah terhubung, semua email yang ada di ponsel Blackberry dapat dilihat diPlaybook. Namun ketika pairing itu terputus, data tersebut hilang dari Playbook. Playbook juga tidak memiliki koneksi 3G, sehingga koneksi ke internet harus mengandalkan WiFi atau pairing via Blackberry Bridge.
Spesifikasi Blackberry Playbook
layar
7 inci, 1024x600 pixel
fasilitas
WiFi, Bluetooth, GPS, Mini HDMI, accelerometer, Gyrpscope, Magnetometer
System operasi
Playbook OS (berbasis QNX)
kamera
5MP 1080 HD video (belakang), 3MP 1080 HD video (depan)
Kapasitas memory
16GB, 32GB, 64GB
Dimensi / bobot
130x19,4x1 cm/425 gram
Harga (untuk pasar AS)
US$499 (16GB), US$599 (32GB), US$699 (64GB)










OPINI :
Dengan kualitas layar , portability, dan kemudahan untuk si pemakai, Playbook bisa menjadi tablet ideal bagi semua orang, namun Playbook belum menyediakan aplikasi khusus email yang sebenarnya menjadi andalan blackberry selama ini. Untuk itu pihak RIM harus cepat mengambil tindakan untuk menyediakan fasilitas email untuk kenyamanan sipemakai.





















                                      PENUTUP

        Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam paper ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya  referensi yang ada hubungannya dengan judul paper ini.

          Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya paper ini dan dan penulisan makalah di kesempatan kesempatan berikutnya.

         Semoga paper ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.
























Rabu, 01 Juni 2011

tugas softskill 5

Tugas 5
1.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a.    Uang fiat,
b.    Uang komoditas,
c.    Uang hamper likuid ?
Jawab :
1.    a. Uang fiat :
Adalah komoditas yang diterima sebagai uang, namun nilai nominalnya jauh lebih besar dari nilai komoditas itu sendiri (nilai intristiknya atau intrinsic value-nya). Contoh paling mudah adalah uang kertas Rp 100.000,00 yang anda terima. Nilai nominal uang kertas tersebut adalah jauh lebih tinggi dari nilaikertasnya. Tetapi mengapa masyarakat menerima bahwa selembar kertas yang nilainya tidak seberapa tersebut dapat digunakan  untuk berbelanja senilai Rp 100.000,00? Karena pemerintah telah menetapkannya berdasarkan keputusan resmi, sehingga masyarakat menjadi percaya.
b. Uang komoditas (commodity money) :
Adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri. Contohnya, pada masa lalu nilai sekeping uang perunggu adalah lebih kecil dari nilai satu keping uang perak, tetapi satu keeping uang perak nilainya lebih kecil dari nilai satukeping uang emas, sebab nilai perunggu lebih murah dari perak, sedangkan nilai perak lebih murah dari emas.
c.    Uang hampir likuid sempurna (near money) :
Salah satu syarat suatu aset untuk dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya. Uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuidnya sempurna, sehingga untuk digunakan tidak perlu ditukar atau dicairkan terlebih dahulu . selain kedua jenis uang tersebut ada juga aset financial yang berfungsi sebagai uang namun untuk menggunaknnya harus ditukarkan/dicairkan terlebih dahulu. Misalnya uang dalam bentuk cek (demand deposit) dapat diterima sebagai alat pembayaran. Namun tidak semua pelaku kegiatan ekonomi mau menerimanya. Bukan karena tidak percaya, tetapi bila ingin digunakan harus ditukarkan ke dalam bentuk uang kertas atau uang logam. Karena itu walaupun dapat digunakan sebagai uang, cek bukanlah subtitusi sempurna bagi uang kertas/logam.
2.    Sebutkan apa fungsi uang?
Jawab:
2.  # Satuan hitung (unit of account)
# Alat transaksi (medium of exchange)
# Penyimpanan nilai (store of value)
# Standar pembayaran di masa mendatang (standard of deferred payment)
3.    Sebutkan dan jelaskan apa motivasi orang memegang uang?
Jawab:
3.   Teori yang menjelaskan mengennai permintaan uang dapat dibedakan menjadi teori klasik dan teori keynesia, berikut adalah penjabarannya:
# Teori klasik :
Menurut teori klasik, misalnya ada seorang pedagang ia membutuhkan uang hanya sebagai alat tukar.
# Teori keynesia :
Menurut teori keynesia ada tiga macam motivasi orang memegang uang, diantaranya:
a.    Motivasi transaksi
Motivasi ini sama dengan teori klasik, masyarakat memegang uang untuk mempermudah dirinya dalam melakukan kegiatan transaksi sehari-hari.
b.    Motivasi berjaga-jaga
Motivasi ini digunakan oleh banyak masyarakat dengan maksud memegang uang untuk berjaga-jaga jikalau ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnyasakit atau terkena bencana.
c.    Motivasi spekulasi (mendapat keuntungan)
Motivasi ini digunakan oleh masyarakat untuk mencari keuntungan, karena menurut teori keynesia masyarakat memiliki motivasi untuk memegang uang untuk mencari keuntungan adalah salah satu aset terbaik dalam kehidupannya, di tambah lagi dengan aset lainnya. Yaitu obligasi, dengan berbagai bentuk sep[erti surat pernyataan hutang yang menjamin memberikan bunga pinjaman pada uang yang mereka pinjamkan pada seseorang.
4.   Sebutkan lembaga keuangan non bank itu apa saja?
Jawab: 
 # Perusahaan asuransi
# Lemabaga dana pension
# Perusahaan investasi
# Perusahaan pembiayaan
# Pegadaian.

NAMA KELOMPOK :
1.INDRA SETIAWAN
2.M AKBAR ALIFI
3.RISKY ARDIAN
4.ZAKARIYA ABDI M

tugas softskil 4




Macam - Macam Ongkos/Biaya Produksi
Kurva ongkos adalah kurva yang menujukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output. Macam-macam ongkos sebagai berikut :
1. Total Fixed Cost (Biaya Total Tetap) adalah jumlah biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.
2. Total Variable Cost (Biaya Variabel Total) adalah jumlah biaya yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh biaya bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
3. Total Cost (Biaya Total) adalah penjumlahan antara biaya total tetap dengan biaya total variabel. Rumus : TC = TFC + TVC
4. Average Fixed Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya tetap yang dibedakan kepada setiap unit output. Rumus : AFC = TFC/Q
5. Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : AVC = TVC/Q
6. Average Total Cost (Biaya Total Rata-Rata) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : ATC = TC/Q
7. Marginal Cost (Biaya Marginal) adalah tambahan atau kekurangannya biaya total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. Rumus : MC = ∆TC/∆Q = ∆TVC/∆Q

NAMA KELOMPOK :
1.INDRA SETIAWAN
2.M AKBAR ALIFI
3.RISKY ARDIAN
4.ZAKARIYA ABDI M

Tugas SoftSkill 3 “Tabel Pembelian Cabai Pasar Induk”














Harga cabai perkilo adalah 2000 jadi setiap uang yang harus dikeluarkan itu adalah cabai yang diambil /kg dikali dengan harga cabai..
Contohnya kita ingin membeli 3kg cabai,dan harga cabainya 2000/kg jadi uang yang kita kluarkan adalah 6000 …












The Law of diminishing Marginal Utility adalah hukum pertambahan manfaat yang makin menurun. Pada awalnya penambahan konstan suatu barang akan akan memberikan tambahan utilitas yang besar, tetapi makin lama pertambahan itu bukan saja bertambah menurun bahkan bertambah menjadi negative.

NAMA KELOMPOK :
1.INDRA SETIAWAN
2.M AKBAR ALIFI
3.RISKY ARDIAN
4.ZAKARIYA ABDI M

Tugas SoftSkill 2 grafik permintaan dan penawaran

• Permintaan
Grafik permintaan:



* semakin harganya murah maka semakin banyak peminatnya
* semakin harganya mahal maka semakin sedikit peminatnya
• penawaran
Grafik permintaan:

 













* saat harga/barang lagi maka naik semakin banyak permintaanya.
* Harga/barang turun maka semakin trun juga permintaanya.
______________________________________________________________________________
• Permintaan(Demand)
Ini adalah Grafik dari permintaan cabai di Pasar Induk..
Yang diketahui persamaan permintaan adalah:
Qd=150-2p dengan grafik seperti gambar dibawah ini.
















Dengan memperhatikan contoh grafik seperti gambar di atas..maka kita bias mengambil kesimpulan yaitu:
- semakin harganya murah maka peminatnya pun semakin banyak..
- tetapi..jika harganya semakin mahal maka peminatnya pun akan berkurang.
Dan sebagai contoh:
Jika harga cabai 150 rb dan yang berminat untuk membeli cabai di Pasar Induk hanya 2 orang..
tetapi jika harga cabai hanya 2 rb maka yang berminat untuk membeli cabai sekitar 150 orang.
• penawaran(suply)
Ini adalah Grafik dari penawaran harga cabai di Pasar Induk..
Yang diketahui persamaan permint
aan adalah:
Qs=-450+13p dengan grafik seperti gambar dibawah ini















Dengan memperhatikan contoh grafik seperti gambar di atas..maka kita bias mengambil kesimpulan yaitu:
- semakin harganya murah maka peminatnya pun semakin banyak..
- tetapi..jika harganya semakin mahal maka peminatnya pun akan berkurang.
Dan sebagai contoh:
Jika harga cabai 150 rb dan yang berminat untuk membeli cabai di Pasar Induk hanya 2 orang..
tetapi jika harga cabai hanya 2 rb maka yang berminat untuk membeli cabai sekitar 150 orang.
• penawaran(suply)
Ini adalah Grafik dari penawaran harga cabai di Pasar Induk..
Yang diketahui persamaan permint
aan adalah:
Qs=-450+13p dengan grafik seperti gambar dibawah ini















Hasil dari pasar Induk adalah..
Penawaran dan permintaan seimbang
Hasilnya rata.

NAMA KELOMPOK :
1.INDRA SETIAWAN
2.M AKBAR ALIFI
3.RISKY ARDIAN
4.ZAKARIYA ABDI M